Sabtu, 18 September 2021

Wayang Goldilock

 


Wayang Goldilock

 

Pagi ini pak Komar bersepeda hingga ke danau. Sesampai di rumah, beliau beristirahat sambil nge-teh di teras depan. Rainbow cake menemaninya pula. Pak Komar mengaktifkan ponselnya. Tring … tring … tring. Banyak sekali chat masuk. Mulai dibacanya satu per satu chat masuk itu.

“Assalamu’alaikum, berhubung tanggal 20 September sudah masuk jadwal PTS, tugas Bahasa Inggris halaman 59 mohon difoto dan dikirim ke bu Nanda. Terima kasih atas perhatiannya wassalamu’alaikum,” kata bu Hasna di grup WA kelas 6 B.

Pak Komar memanggil Dito yang sedang  menikmati Rainbow cake kesukaannya.

“Dito, ini tugas Bahasa Inggris halaman 59 sudah dikerjakan belum? Ini kata bu Hasna tugasnya difoto terus dikirim ke bu Nanda,” kata pak Komar.

“Dito udah potong gambarnya tinggal ditempel di kertas karton,” jawab Dito.

“Emang tugasnya apa kok digunting, ditempel? Membuat kliping ya?” tanya pak Komar.

“Bukan, yah. Tugasnya tuh membuat wayang. Gambar di halaman 158 digunting terus ditempel di kertas karton. Setelah itu diberi lidi, ditempel di bagian belakang gambarnya. Gambarnya itu ada Goldilock, ayah beruang, ibu beruang, dan anak beruang,” Dito menjelaskan pada ayahnya.

“Tadi Dito bilang tinggal ditempel. Ayo lanjutkan sekarang. Tinggal belajar untuk PTS-nya,” kata pak Komar.

“Kertas karton sama lidinya belum ada,” kata Dito.

“Dito ke toko Rama ya. Di sana Dito beli kertas karton sama tusuk sate. Atau kalau Dito mau memakai sapu lidi juga tidak apa-apa kok asalkan dicuci dengan sabun hingga bersih,” kata pak Komar sambil memberi uang.

“Lidinya beli saja ya, Yah. Jijik kalau pakai sapu lidi. Hiiii …,” jawab Dito geli.

Dito segera membeli kertas karton dan tusuk sate. Semua sudah siap. Guntingan kertas tokoh wayang, kertas karton, lidi, gunting, dan lem kertas. Dia mengerjakan di teras depan. Nino, teman sekelas Dito lewat di depan rumahnya dan melihat Dito sedang menyelesaikan tugasnya.

“Assalamu’alaikum, Dito” sapa Nino mendekati Dito.

“Wa’alaikumsalam. Eh Nino. Kamu sudah kirim tugas ini ke bu Nanda?” tanya Dito.

“Belum. Boleh bareng ngerjakannya?” tanya Nino.

Dito hanya mengangguk tanda setuju. Dia asyik melanjutkan menempel. Nino berpamitan untuk mengambil buku Bahasa Inggris dan perlengkapan lainnya. Tak berapa lama Nino datang lagi ke rumah Dito. Raut mukanya sedih sekali.

“Kenapa Dito, kamu sedih gitu ?” tanya pak Komar yang kebetulan keluar.

“Assalamu’alaikum, Om. Gambar yang sudah saya potong basah dan sobek ketumpahan air minum. Tadi saya minum buru-buru mau cepat ngerjakan bareng Dito. Saya ga punya gambar lagi. Saya ga bisa ngumpulkan tugas. Pasti nilaiku kosong,” kata Nino sedih.

“Oh, boleh om bantu ?” tanya pak Komar.

Nino mengangguk terlihat sedikit senyuman di bibirnya. Pak Komar segera mengambil laptop untuk mencari gambar Goldilock dan keluarga beruang. Beliau segera mencetaknya. Lalu gambar itu biberikan kepada Nino. Nino mengucapkan terima kasih pada pak Komar dengan wajah sumringah. Nino segera menggunting gambar itu. Dito memberinya kertas karton dan lidi yang tersisa. Dito pun membantu menempelkan kertas dan lidi. Tugas pun selesai. Dito segera memotret wayangnya lalu mengirimnya ke bu Nanda. Nino pun melakukan hal yang sama.

“Alhamdulillah, terima kasih ya Om, Dito. Akhirnya saya dapat mengumpulkan tugas ini,” kata Nino girang.

“Om senang kok bisa bantu kamu,” kata pak Komar.

“Sama-sama Nino. Kita kan sahabat. Jadi ya harus kerja sama. Dengan kerja sama tugas kita cepat selesai deh,” kata Dito sambil menyodorkan piring berisi rainbow cake ke Nino.

Tanpa ragu Nino mengambil lalu memakannya. Tak lupa berdoa terlebih dahulu dan mengucapkan terima kasih pada Dito.

 

Karawang, 19 September 2021


#kerjasama, #cerpenanak,

#30daysreadingastorywithyourkids,

#onedayonestory




Jumat, 17 September 2021

Menulis Semudah Ceplok Telur

 



Resume           : 30

Materi             : Menulis Semudah Ceplok Telor

Narasumber    : Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H.

 

Bismillahirrohmanirrohim

The last meeting. Tak terasa tiba waktunya kuliah berakhir  malam ini. Omjay segera mengunci grup WA supaya kuliah berjalan kondusif. Omjay membuka kuliah malam ini.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam guru Blogger Indonesia. Tak terasa malam ini kita memasuki pertemuan terakhir. Ada pertemuan ada perpisahan,” kata Omjay membuka kuliah.

Jleb. Kata-kata Omjay nembus di kepala. Belum terpikirkan bagaimana meramu resume menjadi naskah buku yang endol untuk dinikmati.  I must try hard for this. I can do that. Beliau juga berpesan untuk tetap bertegur sapa walau lewat dunia maya. Blognya selalu di-update hingga kelak dapat dibukukan.

Narasumber kita kali ini ibu Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H. yang akrab disapa ibu Lilis sutikno. Beliau ditemani moderator muda, cantik, multi talenta, Ms. Phia. Tak sabar rasanya segera mengetahui ceplok telor bu Lilis. Eh ..Menulis semudah ceplok telor.

Beliau sedang kurang fit malam ini. Namun beliau tetap memberi sedekah ilmu pada kami. . Semoga segera fit kembali Bu. Aamiin.

Bu lilis lahir di Surabaya, 11 Maret 1969. Wah keren…tanggalnya supersemar ya. Oh ya, Pipin panggilan sewaktu kecilnya. Beliau hobi membaca, menulis, traveling, dan berenang.

Beliau Menyelesaikan studi S1, FKIPS Jurusan PMP/Kn, IKIP PGRI Surabaya dan S1 Fakultas Hukum, Jurusan Ilmu Hukum, Universitas Wijaya Putra Surabaya.

Beliau mengajar mata pelajaran PPKn di SMPN 2 Nekames Desa Besmarak, Kabupaten Kupang, NTT. Berkat kelas ini, beliau membentuk kelas mini di NTT dengan nama KELAS WAG MBI (Kelas WhatsAapGroup Menulis Buku Inspirasi), wadah bagi penulis pemula belajar menulis pasti menjadi buku. Nama beliau mulai berkibar  ke seluruh pelosok negeri berawal dari kelas menulis Omjay. Sila mampir di http://www.guruinspirasintt.com/2021/09/profil-ibu-guru-cantik.html untuk mengenal beliau lebih dekat. Boleh juga di facebook beliau  di https://www.facebook.com/lilis.sutikno.779.

Bagaimana bisa menulis semudah ceplok telor ? Sila simak video yang dikirim beliau di laman ini https://web.facebook.com/lilis.sutikno/posts/4131238556943176. Dari video ini pertama, pensil digerakkan oleh tangan manusia. Mulailah segala sesuatu dengan doa termasuk menulis. Kekuatan doa akan melangit hingga kembali ke bumi, ke diri kita. Menulis dengan hati maka akan sampai pula ke hati pembaca. Berwudhu juga membantu. Suci dan segar hingga ide mengalir.

Kedua, Ketika pensil tumpul maka runcingkan. Ketika menulis, kita mengalami kesulitan, have no idea, maka banyaklah membaca. Dengan membaca pikiran akan terbuka, ide bermunculan hingga kembali tajam.

Ketiga, penghapus untuk menghapus tulisan yang salah. Bila tulisan kita salah maka perbaiki . Baca kembali, bila buntu maka tutup laptop, rileks, tenangkan diri. Buka kembali tulisan kita setelah pikiran segar.

Keempat, Pensil Yang digunakan menulis bagian dalamnya. Menulis dengan hati untuk menggerakkan tangan kita sehingga akan menghasilkan karya yang luar biasa.

Kelima, Setiap tulisan kita akan berdampak. Tinggalkan jejak  positif dan menginspirasi pembaca lain.

Beberapa titik sukses beliau dapat kita lihat di https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4208663415867356&id=100001712161927, http://www.guruinspirasintt.com/2021/07/wit-2020-buku-yang-membawa-keberkahan.html dan http://www.guruinspirasintt.com/2021/07/tiga-profesor-dalam-satu-buku.html.

Menulis Semudah Ceplok Telor merupakan quotes bu Lilis untuk memotivasi semua orang yang bercita-cita sebagai penulis.

1.     Menulis itu tidak sulit

2.     Menulis itu sangat mudah.

3.     Semudah anda membuat ceplok telur.

4.     Tuk Byaarr.. Telur utuh langsung bisa dihidangkan di meja tanpa ribet memasaknya.

Mengapa harus menulis ?

Simak tulisan sahabat literasi Belajar menulis gelombang 20 di https://afifahdaily26.wordpress.com/2021/06/28/mengapa-harus-menulis/. Judul tulisan itu : “Mengapa Harus Menulis?” Ditulis oleh Nur Afifah pada tanggal 28 Juni 2021.  Kita intip sedikit ya. Imam Syafi’I rahimahullah juga pernah bertutur,”ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalua engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i). 

PERMEN No. 23 tahun 2015 menegaskan Penumbuhan Budi Pekerti melalui Gerakan literasi. Menulis juga gerakan literasi. Orang yang banyak membaca pasti mudah untuk menulis.

Tetaplah menulis. Tepis rasa tidak percaya diri terhadap tulisan sendiri, takut salah, sibuk dan teman-temannya yang melemahkan semangat menulis. Perbanyak sedekah. Sedekah apa saja termasuk tulisan atau buku kita.

Kesimpulannya, segeralah menulis tanpa berpikir apa yang akan ditulis, wudhu terlebih dahulu dan sedekah setelahnya.

“Setiap kita pasti bisa menjadi penulis hebat, setiap kita akan matang berbeda, ikuti prosesnya dan tetap berkomitmen dalam menulis,” kata penutup bu Lilis Sutikno.


Terima kasih bu Lilis Sutikno. Materi yang sangat menginspirasi. Terima kasih Ms. Phia, Omjay dan tim atas ilmu, kesempatan dan motivasinya. Semoga obor diri terus menyala hingga mampu menelurkan buku-buku mudah-mudahan best seller. Aamin. Salam sehat. Salam Literasi.

 

 

Karawang, 17-9-2021



Kamis, 16 September 2021

Buku, Buka, Baku

 



Tantangan Kamis menulis kali ini bertema : buku buka baku.

Ku coba menjawab tantangan hari ini. Sila disimak ya sobat lage. Mohon tinggalkan jejak setelah berkenan singgah, terima kasih.

 

 Buku, Buka, Baku

 

Tiga bersaudara Buku, Buka, dan Baku tinggal bersama ibunya. Anak pertama Bernama Buku, kedua Buka, dan terakhir Baku.

“Hei Buka kenapa diam saja di situ, dik? Sini main bareng Baku,” kata Buku

“Nggak mau. Kak Baku nakal. Tuh burger sama hot dog ku dihancurin,” jawab Buka kesal.

Foto dokumen pribadi

“Aku kan pinjam doang karena lilinku kurang mau bikin robot. Ya aku pake saja burger Buka. Ini saja masih kurang,”jawab Baku membela diri.

“Baku, tadi kak Buku udah kasih lilin. Jumlahnya kan sama, Baku 10, Buka juga 10. Kalau lilin kamu kurang ya bikin mainannya ganti dong dengan mainan yang ga butuh banyak bahan. Ijin dulu ke Baku boleh tidak lilinnya dipinjam dulu. Yuk, minta maaf dulu ke Baku,” kata Buku berusaha memberi pengertian dan mendamaikan kedua adiknya.

“Nggak mau. Aku kan lebih tua dari Baku. Masa aku yang minta maaf,” jawab Buka kesal.

“Meskipun Buka lebih tua kalau salah ya harus minta maaf dong. Kakak juga pernah kan minta maaf  ke Baku dan Buka?,” kata Buku membujuk Buka.

Buka segera mendekati Baku.

“Maaf ya Baku,” kata Buka sambil menjabat tangan Buka lalu berpelukan.

“Nah, gitu dong itu baru anak sholeh,” kata Buku sambil memeluk kedua adiknya.

Si ibu, sebut saja Buki, memperhatikan dari balik jendela. Air matanya pun tak mampu lagi dibendungnya. Meluncur bebas membasahi pipinya. Buku, anak tertuanya bisa ngemong adik-adiknya. Seketika teringat suaminya yang telah berpulang. Air matanya semakin menganak sungai. Sesegera mungkin dia masuk kamar sebelum ketiga buah hatinya gundah melihat ibunya menangis dan menyadari sang ibu memperhatikan mereka.

Buki bersyukur dikaruniai tiga orang buah hati yang sholeh. Buku apalagi. Dia selalu berusaha berperan sebagai ayah di saat adik-adiknya merindukan sosok ayah.

Adzan Ashar berkumandang. Buki segera berwudhu untuk menunaikan ibadah shalat Ashar. Tak henti-hentinya dia bersyukur atas kesholehan ketiga buah hatinya. Ketiganya membuatnya tegar. Bangkit kembali menata hati, melanjutkan perjuangan demi Buku, Buka, dan Baku.


Rabu, 15 September 2021

Blog Sebagai Sarana Pembelajaran

 

Resume           : 29

Materi             : Blog Sebagai Sarana Pembelajaran

Narasumber    : Nani Kusmiyati, S.Pd.,M.M.,CTMP

 

“Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan Pendidikan, Anda dapat mengubah dunia.”  (Nelson Mandela)

“Belajar sepanjang hayat.” ( Nani Kusmayanti)

 

Bismillahirrohmanirrohim

Pertemuan ke-29, selangkah lagi kelas berakhir. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin belajar di komunitas menulis Omjay ini.

Kuliah kali ini dipimpin moderator muda, hebat, bu Aam Nurhasanah. Beliau akam membersamai Ibu Nani Kusmayanti. Beliau akrab dipanggil Mayor Nani sesuai jabatan beliau sebagai seorang Mayor TNI AL.

Mayor Nani lahir di Kediri, 12 September 1966. Beliau menyelesaikan studi S1 Bahasa Inggris di UIA (Universitas Islam Assyafiiyyah) Pondok Gede dan S2 MSDM di UPN Veteran Jakarta. Dinas pertama di Disminpersal (Dinas Personel TNI AL) selama 5 tahun, kemudian di Pusdiklat Bahasa selama 8 tahun, selanjutnya berdinas di Dinas Pendidikan TNI AL selama 20 tahun. Saat ini berdinas di Lemhannas, Jabatan Kasubbag Kerma Multilater Luar Negeri.

Beberapa kali menjalankan tugas ke luar negeri baik tugas belajar (short course), pertukaran perwira  maupun sebagai pasukan PBB.

Beliau bergabung di kelas belajar menulis Omjay pada bulan Maret 2020. Beliau menelorkan 2 buah buku solo dan 32 buah buku antologi. Sila kunjungi https://terbitkanbukugratis.id/nani kusmiyati/09/2021/curriculum-vitae-nani-kusmiyati/ untuk mengenal beliau lebih dekat.

Saat ini blog bukan merupakan hal baru. Semua orang mengenal blog bahkan banyak yang sudah menjadi bloger sejati. Dengan blog kita dapat menyimpan true story lengkap dengan foto maupun dokumen lainnya. Cerita itu tak akan hilang hingga anak cucu dapat membacanya.

Beliau menyampaikan materi tentang “Blog sebagai sarana Belajar”. Beliau mengatakan, “Blog dapat menjadi sarana belajar, terutama belajar writing. Bagaimana menyusun kalimat yang benar dan menarik hingga menjadi paragraf per paragraf yang memiliki makna.” Ini berarti guru dapat menggunakan blog sebagai media belajar selain WA, google classroom dan lainnya. Materi yang kita tulis di blog tidak akan kena virus beda dengan bila kita simpan di laptop atau flashdisk. Yang penting kita ingat nama blog dan password kita.

Blog sangat sesuai dalam pembelajaran membaca (reading) dan menulis (writing). Keterampilan menulis memang keterampilan paling sulit dalam pelajaran Bahasa. Para siswa harus  mengerti letak SPOK (Subyek, Predikat, Obyek dan Kata keterangan). Mereka harus mengerti kata sifat letaknya dimana, kata kerja saat ini bagaimana penulisannya dan lain-lain yang harus diketahui pula oleh siswa.

Siswa harus dibimbing membuat blog terlebih dahulu. Setelah mengerti, kita mulai share materi maupun soal. Namun soal yang masih bersifat rahasia sebaiknya tidak disimpan di blog karena blog bersifat umum, bisa dibaca banyak orang.

Sambil menunggu pertanyaan dari peserta, Mayor Nani memberi challenge : menulis materi pelajaran di blog.

Berikut list postingan challege Mayor Nani yang dikirim hingga pukul 20.46 wib.

1.    Bu Diah: https://belajarbarengbudiyah.blogspot.com/2021/09/kisah-infaq-umar-bin-khattab.html

2. Kang Asep : https://agunhasan.blogspot.com/2020/05/soal-ukkpat-pai-kelas-iv-empat-sdn-2.html?m=1

https://agunhasan.blogspot.com/2020/05/materi-sahur-di-pesantren-virtual.html?m=1

3.        Dwi Pratiwi : https://dwipratiwi33smkn4sukabumi.blogspot.com/2021/08/chapter-1.html

4.        Sri Sundari : https://srisundaricaturutami.blogspot.com/2021/09/invitation.html

5.        Endang : https://ceritahatiway.blogspot.com/

https://tulisannaqya.blogspot.com/?m=1

https://aesakhoirunnisa.blogspot.com/?m=1

Tulisan bu Mayor untuk level intermediate and advanced :https://nani2teacher1navy.wordpress.com/2021/04/03/draf-speaking-ibt-toefl/

 

Yuk, kita mulai mengoptimalkan blog kita salah satunya menulis materi pelajaran di blog.

Terima kasih Ibu Mayor. Ilmu yang luar biasa. Terima kasih pula bu Aam, Omjay dan tim. Sukses selalu. Salam sehat. Salam Literasi.

 

Karawang, 15-9-2021

Invitation

 Assalamu'alaikum. Good morning my students. How are you today? I hope you all in a good condition and happy. Okey, we'd like to learn about Invitation or Undangan in bahasa Indonesia. (Assalamu'alaikum. Selamat pagi murid-muridku. Bagaimana kabar kalian? Ibu harap kalian semau dalam keadaan sehat dan bahagia. Baiklah, kita akan belajar tentang Invitation atau Undangan dalam bahasa Indonesia.

Ibu sampaikan materi dalam bentuk power point (ppt) ya. Silakan disimak. Sila bertanya bila belum jelas. Tugas kalian nanti membuat Invitation. Tulis di blog kalian. Linknya sila kirim ke grup WA. Setiap siswa wajib berkunjung ke blog teman dan memberi komentar. Cukup ke tiga blog teman saja. Ok, thank you.





































Senin, 13 September 2021

Pengalaman Menang Penghargaan Buku Dari Perpusnas



Resume           : 28

Materi             : Pengalaman Menang Penghargaan Buku Dari Perpusnas

Narasumber    : Mudafiatun Isriyah

 

Bismillahirrohmanirrohim

Dua langkah lagi menuju penghujung pelatihan menulis PGRI bersama Omjay. Malam ini Ms Phia bertugas sebagai moderator. Muda, cantik, smart itulah moderator kita malam ini. Ms. Phia membersamai ibu Mudafiatun Isriyah atau ibu Iis. Bu Iis adalah peraih penghargaan Buku Terbaik dari Perpusnas 2021.

Kuliah malam ini terbuka sehingga semua peserta dapat langsung berinteraksi dalam diskusi LIVE by WA sesuai permintaan narasumber.

Beliau mengajar di Universitas Argo Puro Jember dan Studi S3 jurusan Bimbingan dan Konseling di UNM.

Buku yang ditulis dalam 7 hari sebagai jawaban tantangan dari Prof. Richardus Eko inilah  yang menyebabkan bu Iis meraih penghargaan itu. Buku yang menjawab kebutuhan masyarakat tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pemberlakuan PPKM menyebabkan bu Iis selaku dosen BK memutuskan untuk mengadakan bimbingan secara online.  Yang tadinya tatap muka menjadi tatap muka secara virtual. Berbagai cara dimunculkan agar interaksi     masyarakat tentang Tujuan buku ini adalah bagaimana cara memunculkan interaksi tersebut. Berbagai interaksi yang muncul menyebabkan kita mengerti tentang social present. Karena Social present inilah  di dalamnya ada unsur kedekatan.

Bimbingan online sebagai media untuk meningkatkan interaksi, menciptakan dorongan yang kuat untuk meningkatkan kemampuan diri sampai terjadi interaksi positif dan diperlukan tindakan perbaikan, pencegahan, dan evaluasi.

Buku yang bermutu adalah buku yang kontennya bagus. Gunakan 5W, 1H dan ada konten kekinian, mencari celah bagaimana pembelajaran online tetap menarik, dan menyenangkan.

Sukses menjawab tantangan dari prof. Eko dalam 7 hari. Dalam 7 hari tersebut bu Is menyelesaikan Table of Content (TOC). Naskah lengkap beliau selesaikan dalam 1 bulan. Baik tidaknya buku dapat dilihat dari TOC-nya.

Untuk menyelesaikan suatu naskah sangat diperlukan niat yang kuat, istiqomah, disiplin, terus-menerus, dan tetap fokus.

“Buang kata negatif..segera ganti dengan kata positif. Karena kata negatif  hanya akan merusak syaraf kita akhirnya kita jd lemah,” kata bu Is.

Buatlah kata kunci dalam buku anda. Kata kunci akan membuat buku kita berbeda dengan buku lain meskipun temanya sama. Misalnya “menata sikap-sikap ketika kita melakukan bimbingan online”.

 

Berikut closing statement bu Is, “Tetaplah belajar menulis setiap hari. Satu lembar setiap hari bila belum bisa maka beberapa kalimat. Bila belum bisa beberapa kalimat maka beberapa kata. Inilah cicilan untuk naskah kita.

Terima kasih bu Is materinya sangat luar biasa. Terima kasih pula untuk Omjay dan Ms. Phia. Salam sehat. Salam literasi.

 

Karawang, 13-9-2021


 

Minggu, 12 September 2021

Berbagi Itu Wajib


Berbagi Itu Wajib


Ahad pagi nan cerah. Senyum hangat mentari pagi menyapa dunia. Menyuguhkan secercah asa. Pagi ini keluarga pak Juki berolah raga ringan. Mereka jalan santai mengelilingi kampung. Pesepeda mulai berseliweran. Ada yang mengayuh santai, ada pula yang full speed. Kaum hawa pun tak ketinggalan. Mereka saling menyusul. Olah raga rutin memang sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

Laras, Dudi, cuci tangan kalian dengan sabun ya. Bilas hingga bersih," kata bu Ika mengingatkan putra-putrinya. 

"Oke, ibu cantik," jawab Laras.


Mereka segera masuk ke dalam rumah lalu membersihkan diri. Pak Juki lanjut gerak-gerak badan sebentar. Setelah semua masuk dan membersihkan diri, mereka segera sarapan. Nasi goreng spesial ala bu Ika laris manis. Sisa sekitar sepiring. 

"Alhamdulillah," kata bu Ika dalam hati.

Selesai sarapan, Laras dan Dudi meyalakan Tivi. Mereka siap menonton kartun favorit mereka, Doraemon dan Ninja Hatori. Beberapa saat kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.

"Assalamu'alaikum Pak, Buk."kata seseorang dari luar.

"w'alaikumsalam," jawab Laras seraya melihat ke jendela. Seorang kakek tua dengan pakaian lusuh berdiri d dekat pintu. Dia segera menghampiri ibunya di dapur. 

"Buk, itu lho ada pengemis di luar," kata Laras pada ibunya.

Bu Ika segera mengambil sepiring nasi goreng dan sebotol air mineral.

"Ini bawa keluar dan kasih ke orang itu. Yang sopan ya ngasihnya," kata bu Ika.

Laras segera membawa keluar nasgor itu lalu memberikannya pada kakek tua itu dengan sopan. 

"Terima kasih ya, Nak. Jadi anak sholehah dan pintar ya," kata kakek itu. 

"Pak Juki keluar lalu ngobrol sebentar. Bu Ika pun keluar membawa buntalan pakaian bekas pantas.

"Terima kasih ya,Nak. Semoga Allah memudahkan rejeki kalian," kata kakek tua itu.

"Aamiin,"jawab jawab pak Juki dan bu Ikah berbarengan.

Laras dan Dudi memperhatikan mereka dari dalam rumah. Tak sabar ingin segera bertanya pada bapak ibunya. 

"Pak, Buk emang harus ya ngasih orang yang tidak kita kenal ?" tanya Dudi

"Kita wajib berbagi rejeki pada mereka. Banyak atau sedikit rejeki yang kita terima tetap harus berbagi. Rejeki yang kita terima ini bukan sepenuhnya punya kita. Ada hak mereka. Jangan sampai kita memakan hak orang lain ya, sayang. Dengan berbagi rejeki kita lebih berkah. Dudi dan mbak Laras juga sangat boleh berbagi kok," jawab pak Juki.

"Anak kecil juga boleh berbagi ya, Pak?" tanya Laras.

"Boleh banget dong, sayang," jawab bu Ika.


Semenjak itu, Laras dan Dudi menyisihkan uang sakunya. Mereka mengumpulkannya di kasrdus bekas sepatu. Mereka bagikan ketika melihat orang seperti kakek tadi. 

"Puji syukur pada-Mu atas putra-putri sholeh sholehah," kata bu Ikah dalam hati.


#cerpen

#cerpenanak

#aiseiseptemberchallangeforpublishing

 

Wayang Goldilock

  Wayang Goldilock   Pagi ini pak Komar bersepeda hingga ke danau. Sesampai di rumah, beliau beristirahat sambil nge-teh di teras depan....